SESUATU ATAUKAH SESEORANG=>Coretan Sastra


Awal dari yang pertama
(Bagian.1)
            Awal mula aku mengerti apa yang terjadi dalam hatiku, saat aku berhadapan dengnannya. Saat aku memandang indah senyumannya, saat aku terbawa oleh pengaruhnya. Hingga kesadaran ini telah menghilang sampai ku terbawa ke dunia yang aku tak mengerti. Saat aku sadar aku telah terbenam dalam luka yang tak bisa ku sembuhkan dengan tanganku. Akhirnya aku terbenam kedalam arah yang tak bisa ku kendalikan.

            Awal kisah menceritakan, dunia begitu sepi awan telah menyematkan pengaruhnya pada sang angin. Udara perlahan membawa simbolnya menyuarakan kelembutan dari bisikan sang malam. Aku duduk sendirian diantara keramain dunia malam itu, namun seakan tak pernah kudapatkan keramain itu yang singgah hanya kesepian hembusan angin. Ku renungkan misteri yang di bawa pengaruh mimpi.
            Dalam sepi malam itu, muncul kelembutan dari belai hangat bayangan sang bidadari. Sebagian kecantikannya terlukis di hadapan mata sebaris goresan kesempurnaan tubuhnya, sebait puitis dari merdu ucpaannya. Dia melintas  dari pengaruh kesendirian malam. Ku terus ada dalam pengaruhnya ku terus terbawa oleh kekaguman akan parasnya. Lalu Entah apa yang akan memisahkan bayangan ini dari jiwaku. tapi ku berharap ada yang menyatukan jiwa ini dalam raganya, untuk ku jalani apa yang mungkin menjadi tujuan akhir perjalanan hidupku.
“Satu bintang tataplah aku
Satu jiwa satukanlah aku
Jangan hapus malam ini
Aku hanya duduk tak mampu berdiri
Lalu siapa yang akan membantu aku
Sedang jiwa telah sendiri
Maka patutlah aku berharap
Jika itu yang terbaik
Namun biarlah itu menjauh
Bila itu sebuah kesalahan”
            Hingga kabut malam tak terlihat lagi, hingga gelap malam menjauh dari terang, mentari telah manempati singgasanya mengusik jiwa yang tertidur lelap. jari jari kesadaran telah menyentuh mata sang penidur. Sedang aku tak lagi tidur mata ini telah terjaga dalam kesadaran. Bayangannya masih memgayangi setiap aku terlelap. Jauh disana aku tertidur namun raga masih tetap terjaga menantikan dirinya datang menemui aku dalam kesadaran.
            Sudah lama aku menantinya dalam kesendirian waktu, namun dia tak pernah Nampak dihadapan mata lagi. Kebosanan membuat aku jenuh………. Entah sampai kapan begini?????????????
            Di tengah cerita, terjadi kesempurnaan apa yang selama ini di katakana oleh angin, yang di lakukan oleh malam dan di tulis oleh sang pujangga mimpi. Dia berjalan tepat di hadapan mata, ingin yang kuat merasuki pikiranku sedang naluriku tak mampu bergerak. Entah apa yang mengisahkan semua ini hingga aku tak lagi bisa membuat nyata dalam jiwaku seakan ragu telah menanamkan benihnya di hatiku saat aku ada di hadapannya. Dengan kekuatan jiwaku aku mulai merajut apa yang harus aku lakukan, dengan sedikit keberanian aku menghampiri sosok dihadapan mata. Ku jabat tangannya dengan kelembutan ku sapa dia
dengan basa basi perkenalan, ku coba buat pengaruh dalam ucapan;
“aku duduk disini dalam kesendirian
Lalu patutkah aku menunggumu
Saat jiwa ini jauh dari kesempurnaan
Pantaskah aku mengenalmu
Sosok yang penuh kesempurnaan
Sosok yang abadi dalam kecantikan raganya
Jiwa ini hanya ingin berharap
Jika hatimu telah berfikir
Dan mencoba membawa aku
Kedalam duniamu”
            Hingga waktu telah memisahkan raganya dihadapan mata untuk sejenak. Namun ucapanku tak pernah terbalas sampai detik telah mengunjungi arah jarum jam yang paling akhir.
Menanti bayangannya
(Bagian.2)
            Dari sisi jiwaku aku mengisahkan apa yang tak mentari berikan ketika pagi menjelang. Aku lukiskan apa yang mimpi telah terjemahkan dalam kesadaranku. Dan kini aku terperangkap oleh kesan pertama dalam hatiku. Wajah yang manis telah menghipnotisku dalm keramahan canda tawa. Dan seiring waktu aku coba untuk berfikir tentang semua ini. Aknkah kebenaran yang melintasi pikiranku, ataukah Cuma halusinasi?
            Terbawa larut oleh suasana, aku tundukkan wajah ini. Dari tahap yang telah ku lalui hanya tertinggal sebuah rasa ini. Aku terdiam menunggu apa yang telah tergaris oleh senyumannya. Harapan telah menjelma dari singgasana sang penyair. Kini aku tunggu keajaiban yang akan mengantarkanku pada sebuah kebahagian. Raga ini telah lelah dan akankah sang bidadari kecilku datang dalam kehidupanku dan membasuh setiap kerinduan yang telah tercipta oleh bayangnya. Naluriku telah menanyakan tentang kehadirannya:
“jiwaku terus mengeluh
Lalu apa yang akan membuatnya diam
Sedang aku hanya bisa berkata
Tak mampu membuat kepuasan dalam diriku
Tenang telah berbaur dengan kekecewaan
Haruskah ku menanyakan ini terus
Dan sanggupkah aku terus bertahan”
            Dalam malam bercerita, saat aku terbangn dari renunganku ku tatap sosok anggun di hadapan mata dia mengulurkan tangannya, sambil terenyum. Ku gapai dengan senyuman. Dan saat itu kekuataan yang besar telah menyimpan mesterinya dan mengungkapkannya pada kebenaran dalam kesadaran.
             Tidur telah memasuki rona semu dibalik pintu sang pujangga mimpi. Kini yang terlihat hanyalah bayangannya yang menghampiri sukmaku saat ku terlelap. Dan dia menebarkan pengaruh dalam hidupku, yang singgah kini senyuman dari sebagian kebahagian hati. Kini aku nantikan apa yang angin datangkan saat tidur telah mengambil lelapnya, Hembusan jiwa dari aroma nafas sang pujaan hati.
Ketika sadar telah membuat bangun datang dari pengaruh lelap, aku telah membingkai jiwaku dari senyumannya. Hadir datang bersama raganya, langkah telah mengembangkan sayapnya menjejaki liku dihadapan. Pelukan hangat telah ada di ujung seberang. Namun tak seperti yang sang pujangga mimpi bisikkan, tak seindah nyata yang berbaring dalam lelap. Dia hanya lewat dihadapan. Ingin aku taburkan airmata di atas pipi ini. Saat aku telah terdiam aku merasa tetap berjalan aku masih menunggu apa yang telah kebahagian janjikan kepadaku.
Ketika berhenti,
Aku mencoba tertidur
Tapi tak dapat kuraih pengaruhnya
Karena hanya sisa itu yang ada
Aku coba untuk lupa
Tapi itu tak ada
Sesungguhnya inilah yang seharusnya ada

Kebahagian dari sebuah ikatan

Original By: Hand Excel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s