Manajemen Sistem Linux

on

3.1. Sistem File Linux

Direktori Linux dekembangkan menggunakan stkitar file sistem pada tahun 1993. Proyek ini dinamakan filesystem standards (FSSTND). Beberapa saat kemudian, pengembangan mulai mengacu pada sistem UNIX dan variannya. Nama proyek ini berubah menjadi Filesystem Hierarchy Standards (FHS).

Sistem file Linux menggunakan hirarki dan penyatuan (direktori dalam direktori), yang memperlakukan semua file, direktori dan device driver sebagai file. Terminologi ini dikenal dengan “Everything is File”.

Ada enam kategori file dalam sistem UNIX/Linux, yaitu:

  • File biasa, yang terdiri dari:
    • File teks dalam format stkitar ASCII
    • File data dalam format bukan ASCII (special character)
  • File teks perintah dalam format ASCII tetapi merupakan script
  • File perintah dalam format biner (binary)
  • Direktori
  • Links
  • Device driver untuk perangkat keras

Susunan hirarki dalam sistem file UNIX/Linux adalah:

/ Direktori root
/bin Berisi file-file perintah dasar dalam bentuk biner
/boot Berisi file-file dan informasi yang dibutuhkan dalam proses booting awal
/dev Berisi file-file perangkat pengendali (device driver)
/etc Berisi file-file tambahan yang rata-rata untuk administrasi dan konfigurasi system
/home Direktori untuk pengguna
/lib Berisi file-file pustaka (library)
/sbin Berisi file-file untuk root, dan file biner untuk startup sistem
/tmp Berisi file-file sementara (temporer)
/usr Berisi file dan direktori untuk perintah tambahan, baik dalam biner atau script
/var Berisi file-file variabel, dan juga log

Sub direktori pada /etc:

Sub Direktori

Penjelasan

X11 Berisi data untuk konfigurasi X Window termasuk Window manager
am.d Berisi file konfigurasi untuk automount daemon
cron.d Berisi rutin-rutin perintah yang dijalankan secara otomatis
Httpd Berisi file untuk konfigurasi dan operasi Apache Web Server
Irda Konfigurasi untuk divais Infra Red
Isdn Berisi file konfigurasi untuk interface ISDN
Ldap Berisi file konfigurasi untuk protokol LDAP
logrotate.d Berisi file konfigurasi untuk rotasi file-file log
makedev.d Berisi makefiles untuk membuat sebuah divais. Setiap file memiliki sebuah parameter sendiri untuk dapat membuat tipe dari divais seperti harddisk, port serial, atau CD ROM
mgetty+sendfax Berisi file konfigurasi yang menggunakan mgetty sebagai interface pada port serial. mgetty memiliki fitur untuk menangani banyak hal seperti koneksi dial-up dan transmisi fax.
Midi Berisi file konfigurasi untuk MIDI, utamanya untuk Timidity Player
modules Merupakan daftar module yang akan diload secara otomatis, umumnya hampir semua modul berada pada direktori ini.
Mta Direktori ini berisi informasi apa yang akan digunakan oleh Mail Transfer Agent dan bagaimana cara mengkonfigurasikannya
Nis Direktori ini berisi file-file yang dibutuhkan untuk membuat sebuah master atau slave NIS server
pam.d File-file yang digunakan sebagai metode autentifikasi
pcmcia File-file konfigurasi yang akan digunakan untuk operasi divais PCMCIA
Ppp File-file konfigurasi yang digunakan seting dan operasi interface PPP
Rc.d Direktori ini berisi runtime konfigurasi, yang terdiri atas script untuk inisialisasi sistem. Rutin ini dikategorikan berdasarkan run levelnya masing-masing.
Rpm Berisi konfigurasi lokal untuk rpm. Terutama sekali berisi file rpmrc yang merupakan salah satu bagian dari salah satu file /usr/lib/rpm-3.1.3/
samba.d Konfigurasi file untuk seting dan mengoperasikan samba. Samba merupakan salah satu network protokol yang memungkinkan Linux untuk dapat berhubungan dengan jaringan Windows.
sequrity Berisi file untuk sequrity.
sendmail Berisi file yang digunakan untuk menjalankan sendmail, termasuk untuk konfigurasi.
Skel Berisi file untuk user baru. Setiap user baru dibuat oleh seorang sisterm administrator, maka file-file yang berada didalam direktori ini akan dikopi dalam setiap home direktori user.
Slip Berisi file untuk setting dan mengoperasikan Serial Line Internet Protocol (SLIP)
sysconfig Direktori ini berisi file yang digunakan untuk seting sistem.
Vga Direktori ini berisi file yang digunakan untuk svgalib.
webmin Direktori ini berisi file konfigurasi untuk webmin.

3.2. Perintah Dasa Pada Linux

Sintaks yang digunakan adalah:

nama_perintah [pilihan/option] [argumen]

DOS Linux
ATTRIB (+-)

BACKUP

chmod (mode) file

tar –Mcvf

CD cd
COPY cp
DEL rm
DIR ls, dir
MD mkdir
EDIT vi, joe, pico, jstar
FORMAT fdformat, mkfs, mount, unmount
HELP man [command]
REN Mv
RESTORE tar –xvf
TYPE cat, more. Less
WIN startx
PRINT lpr
PRN /dev/lp0
NUL /dev/null

3.2.1.  Membuat direktori

Perintah yang digunakan adalah mkdir <nama_direktori>

[root@jogja inul]# mkdir direktori_baru

3.2.2.  Menghapus direktori

Perintah yang digunakan adalah rmdir <nama_direktori>

[root@jogja inul]# rmdir direktori_hapus

3.2.3.  Mengenal user aktif

[inul@jogja home]$ whoami

localhost:localdomai|inul tty 1 Mar 2004 12:38

3.2.4.  Keluar dari shell

[inul@jogja home]$ exit

[inul@jogja home]$ logout

3.2.5.  Melihat direktori aktif

Gunakan perintah print working directory, contohnya:

[inul@jogja home]$ pwd

/home/inul

3.2.6.  Melihat isi direktori

Ketikkan perintah berikut ini:

[inul@jogja home]$ ls

Untuk menampilkan isi direktori dengan lengkap, jalankan perintah:

[inul@jogja home]$ ls –l

3.2.7.  Berpindah direktori

Gunakan perintah cd. Caranya hampir sama dengan sistem DOS.

[inul@jogja home]$ cd /usr/doc

[inul@jogja doc]$

3.2.8.  Melihat isi file

Gunakan perintah cat, more, atau less.

[inul@jogja home]$ cat berkasku

3.2.9.  Menyalin file

Untuk mengkopi dengan perintah cp. Sintaksnya adalah:

cp <file_sumber> <file_target/direktori>

[inul@jogja home]$ cp berkasku /home/tamu

3.2.10.          Menghapus file

Perintah yang digunakan adalah rm. Sintaksnya adalah:

rm [option] <file_dihapus>

[inul@jogja home]$ rm berkasku

Pilihan perintah rm yang sering digunakan adalah:

Option

Penjelasan

d Menghapus direktori yang ada isinya (hanya root yang bias)
f Menghapus file tanpa konfirmasi terlebih dahulu
i Konfirmasi sebelum penghapusan
r Menghapus semua isi direktori beserta sub-subnya

3.2.11.          Mengganti nama file

Gunakan perintah mv. Sintaksnya adalah:

mv <nama_lama> <nama_baru>

[inul@jogja home]$ mv berkasku.txt berkasmu.txt

3.2.12.          Mengetahui jenis file

Kita bisa mengidentifikasi sebuah file dengan menggunakan utilitas file.

[inul@jogja home]$ file /etc/passwd

/etc/passwd: ASCII text

3.2.13.          Membuat file baru

Ketikkan perintah dibawah ini:

[inul@jogja home]$ touch file_baru

3.2.14.          Mencari sebuah file

Gunakan perintah find atau whereis. Sintaksnya adalah:

Find <direktori/path> <expresi>

[inul@jogja home]$ find / -name berkasku

atau

[inul@jogja home]$ whereis berkasku

3.2.15.          Membandingkan dua buah file

Gunakan perintah diff. Sintaksnya adalah:

diff [option] <file_satu> <file_dua>

[inul@jogja home]$ diff file_1 file_2

3.2.16.          Melihat kapasitas harddisk

[inul@jogja /]# df

filesystem 1024-blocks Used Available Capacity Mounted

/dev/hda8 6541 4521 1930 29.91% /

/dev/hda6 5823 114 5409 2% /tmp

/dev/hda7 42909 28437 12256 70% /usr

total 1

3.2.17.          Melihat space yang digunakan dalam suatu direktori

[inul@jogja /]# du /tmp

12/tmp/lost+found

40/tmp/coba

114/tmp

Space yang telah terpakai adalah 114 KB.

Pada saat kita menambahkan user kedalam sistem, setiap user akan memiliki entri sendiri yang terdapat pada file /etc/passwd. Entri tersebut memakai aturan berikut:

Login name:

Encrypted_password:

User_ID:

Group_ID:

User_information:

Login_direktori:

Login_shell:

Field

Penjelasan

Login name Nama yang digunakan untuk login.
Encrypted_password Password untuk user, dalam hal ini dalam keadaan terenkripsi untuk alasan keamanan.
User_ID Nomor PID untuk user.
Group_ID Nomor PID untuk group.
User_information Informasi mengenai user.
Login_direktori Home direktori dari tiap user.
Login_shell Shell yang digunakan oleh user setelah masuk kedalam sistem, sebagai contoh /bin/bash jika user menggunakan bash shell.

 

3.3. Manajemen User

3.3.1.Membuat user

Untuk membuat user baru, jalankan perintah berikut ini:

[root@jogja inul]# adduser aini

Perintah adduser akan mengkopi file yang berawalan tkita titik (.) pada direktori /etc/skel kedalam home direktori dari user yang baru dibuat. Informasi pada setiap user dapat diubah dengan perintah berikut:

[root@jogja inul]# chfn aini

Changing finger information for aini.

Name []:nur aini

Office []:jogokaryan

Office phone []: 685421

Home phone []: 364442

Finger information changed.

[root@jogja inul]#

3.3.2.Membuat password

Untuk membuat password untuk user, ketikkan perintah berikut:

[root@jogja inul]# passwd aini

New UNIX password: new_password

Retype new UNIX password: new_password

Passwd: all authentification token updated succesful

3.3.3.Menghapus user

Untuk menghapus user dari sistem, gunakan perintah berikut:

[root@jogja inul]# userdel aini

3.3.4.Membuat group

Untuk membuat sebuah group, yang harus dilakukan adalah dengan menambahkan entri kedalam file /etc/group. Contoh file:

root:x:0:root

bin:x:1:root,bin,daemon

daemon:x:2:root,bin,daemon

sys:x:3:root,bin,adm

adm:x:4:root,adm,daemon

tty:x:5:

disk:x:6:root

cdrom:x:22:farhan,aini,tamu

Penjelasan untuk setiap field sebagai berikut:

Field

Penjelasan

1 Field pertama merupakan nama group.
2 Field kedua adalah password untuk group. Biasanya field ini tidak digunakan, akan tetapi password group bisa dibuat.
3 Merupakan nomor GID. User yang menjadi anggota dari group memiliki nomor PID yang sama dengan nomor GID pada /etc/passwd
4 Daftar nama user yang menjadi anggota dari group.

Untuk membuat sebuah group (contohnya bernama latihan), jalankan perintah dengan syntak groupadd –g GID nama_group.

[root@jogja inul]# groupadd –g 26 latihan

Untuk menambahkan user kedalam group, gunakan utilitas gpasswd seperti:

[root@jogja inul]# gpasswd –a ais latihan

adding user ais to group latihan

Untuk menghapus user dari group, perintahnya adalah:

[root@jogja inul]# gpasswd –d ais latihan

removing user ais from group latihan

3.4. Manajemen file/direktori

Ada tiga tingkatan dalam permisi file/direktori, yaitu user (owner), group, other. Ketiga tingkatan tersebut memiliki hak permisi file/direktori yang terdiri atas:

  • Read (r), artinya kita bisa membaca/melihat isi file atau direktori.
  • Write(w), berarti kita bisa menulis/mengubah, menambah atau menghapus file atau direktori.
  • Execute (x), kita bisa menjalankan file/direktori sebagai program.

[root@jogja inul]# ls –l

total 2

drwxr-xr-x 2 root root 1024 Mar 27 05:48 musik/

-rwx–r–r 2 root root 224 Mar 25 04:60 contoh

Tabel keterangan untuk karakter pertama:

Karakter

Tipe File

File regular (seperti file binari atau ASCII)

d

Direktori

l

Symbolic link

c

Character device

b

Block device

s

Socket

P

Nama pipa

Tabel izin akses file:

Permisi

Simbol

Penjelasan

READ r File dapat dibaca, dibuka.
WRITE w File dapat dimodifikasi, ditambah, dikurangi atau dihapus.
EXECUTE x Bisa dijalankan pada file program atau script.

Tabel izin akses direktori:

Permisi

Simbol

Penjelasan

READ r Memungkinkan untuk melihat dan membaca direktori.
WRITE w Dapat memodifikasi file-file dalam direktori. Misalnya membuat file baru, menambah, mengurangi dll.
EXECUTE x Menentukan apakah file-file didalam direktori tersebut boleh dibaca atau dibuka.

3.4.1.Mengubah atribut file

Sebagai pemilik file, kita dapat merubah permisi aksesnya. Untuk melakukannya gunakan perintah chmod. Berikut elemen yang ada pada perintah chmod:

Option

Level

Penjelasan

U

Owner Pemilik file

G

Group Group dari pemilik file

O

Other Pengguna selain user dan group

A

All Semua. Dapat menggantikan user, group dan other

Option

Penjelasan

R

Mengatur permisi read.

W

Mengatur permisi write.

X

Mengatur permisi execute.

S

Mengatur group dan user ID dari pemilik file saat file dieksekusi.

T

Sticky bit, digunakan oleh seseorang selain owner dan group untuk mengatur bit direktori. Pada saat diatur hanya pemilik file yang dapat menghapus file tersebut.

[root@jogja inul]# tuch tes

[root@jogja inul]# ls -l

-rwxr-x–x 2 inul root 275 Mar 9 21:19 tes*

[root@jogja inul]# chmod og-x tes

[root@jogja inul]# ls –l

-rwxr–r– 2 inul root 275 Mar 9 21:19 tes*

Perintah chmod juga bisa menggunakan bilangan untuk mengubah mode file.  Berikut adalah bilangan tersebut beserta artinya:

Level

Permisi

R

W

X

Penjelasan

0

0

0

0

Tidak ada perubahan permisi

1

0

0

1

Execute

2

0

1

0

Write

3

0

1

1

Write dan execute

4

1

0

0

Read

5

1

0

1

Read dan execute

6

1

1

0

Read dan write

7

1

1

1

Read, write dan execute

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada contoh berikut:

R   w   x   r   –   x    –   –   x

= 4 + 2 + 1   4 + 0 + 1    0 + 0 + 1

=     7           5            1

[root@jogja inul]# chmod 751 tes

-rwxr-x–x 2 inul root 275 Mar 9 21:19 tes*

3.4.2.Akses Pembuatan File

Jika kita membuat file, maka default perizinan akses file/direktori tersebut sesuai dengan yang ada pada umask (user file-creation mask). Untuk melihat nilai umask, jalankan perintah ini:

[root@jogja inul]# umask

022

Artinya: User (rw), Group (r), Other (r)

Field

Penjelasan

0

1 1 1

1

1 1 0

2

1 0 1

3

1 0 0

4

0 1 1

5

0 1 0

6

0 0 1

7

0 0 0

* cell abu-abu menkitakan nilai tersebut hanya berlaku apabila yang dibuat adalah direktori.

Untuk mengganti nilai umask default, ketikkan perintah ini:

[root@jogja inul]# umask 026

3.5. Run level

Run Level

Penjelasan

0

Halt

1

Single user mode

2

Multi user, tidak ada NFS

3

Full multi user mode

4

Unused (tidak digunakan )

5

X11

6

Reboot

 

3.5.1.Run Level 0: /etc/rc.d/rc0.d

Run level ini akan menjalankan sekumpulan script yang digunakan untuk shutdown. Script pada level ini akan menjalankan proses berikut:

  • Mematikan semua proses yang sedang berjalan
  • Mematikan file virtual memory yang sedang di swap
  • Melakukan proses unmounting swap dan file sistem yang di mount

3.5.2.Run Level 1: /etc/rc.d/rc1.d

Merupakan single user mode, atau metode untuk melakukan administrasi. Biasanya digunakan administrator untuk melakukan perawatan software.

Untuk masuk modus level ini, pada waktu boot berikan perintah:

Boot: Linux single

3.5.3.Run Level 2: /etc/rc.d/rc2.d

Merupakan multiuser mode. Fungsi untuk networking bisa dijalankan kecuali untuk network file system (NFS). Berguna jika komputer dijalankan untuk stand alone.

3.5.4.Run Level 3: /etc/rc.d/rc3.d

Merupakan default run level pada file /etc/inittab. Distribusi RedHat terbaru menggunakan run level 5 sebagai default (versi 7.0).

3.5.5.Run Level 4: /etc/rc.d/rc4.d

Dapat digunakan sebagai run level yang dapat diseting untuk menjalankan file-file kita.

3.5.6.Run Level 5: /etc/rc.d/rc5.d

Digunakan untuk menjalankan aplikasi pada X Window. Servis networking diaktifkan.

3.5.7.Run Level 6: /etc/rc.d/rc6.d

Digunakan untuk reboot sistem.

Contoh isi file /etc/rc.d/rc0.d

[root@jogja inul]# ls /etc/rc.d/rc0.d

K00linuxconf@ K15numlock@   K60atd@          K80random@

K05keytable@  K20kheader@   K60crond@      S00killal@

K11drakfont@   K77netfs@       K95kudzu         S01halt@

3.6. Membaca device

3.6.1.Perintah mount

Agar dapat mengakses berbagai macam file sistem, kita harus melakukan mount kedalam sebuah direktori. Format perintah untuk mount adalah: mount –t tipe_device mount_point

[root@jogja inul]# mount –t vfat /dev/fd0 /mnt/floppy/

untuk menghilangkan efek perintah mount pada floppy, berikan perintah berikut:

[root@jogja inul]# umount /mnt/floppy/

Perintah umount memiliki dua efek, yaitu:

  • Membebaskan direktori dari tempat mount point.
  • Melakukan sinkronisasi antara sistem dengan isi dari file sistem.

Apabila kita akan menyimpan data kedalam floppy, dan proses penulisan seperti tidak aktif, maka kita harus melakukan sinkronisasi antara data yang ada dalam buffer sistem ke floppy. Perintah yang digunakan adalah:

[root@jogja inul]# sync

Proses mount dapat dilakukan secara otomatis dengan melakukan konfigurasi pada file /etc/fstab. Contoh file /etc/fstab adalah:

/dev/cdrom      /mnt/cdrom     iso9660 ro, noauto, 0 0

Ganti noauto menjadi auto agar otomatis dimount.

/dev/cdrom      /mnt/cdrom     iso9660 ro, auto, 0 0

Berikut tabel dari penjelasan file /etc/fstab:

Field

Penjelasan

/dev/cdrom Nama divais atau partisi yang akan di mount
/mnt/cdrom Lokasi mount point
iso9660 Tipe file sistem (cdrom)
ro, noauto Argumen: ro = read only, noauto = mount dilakukan tidak otomatis
0 Tidak melakukan back up
0 Tidak melakukan pengecekan pada file sistem

3.6.2.Format disket

Untuk memformat sebuah disket 1.44 MB. di floppy drive, gunakan perintah berikut:

[root@jogja inul]# fdformat /dev/fd0H1440

Setelah proses format selesai, tentukan file sistem disket tersebut. Untuk file sistem ext2, ketikkan perintah ini:

[root@jogja inul]# mkfs /dev/fd0

Sedangkan untuk file sistem DOS, jalankan perintah ini:

[root@jogja inul]# mkfs –t msdos /dev/fd0

3.7. Proses

[root@jogja inul]# ps

PID        TTY      TIME   CMD

559        pts/1    00:00:00 su

603        pts/1    00:00:00 bash

685        pts/1    00:00:01 gv

699        pts/1    00:00:28 gs

819         pts/1    00:00:00 ps

Field

Penjelasan

PID Nomor proses
TTY Terminal tempat proses berada
TIME Waktu yang diperlukan dalam proses
COMMAND Nama perintah yang sedang dijalankan

Argumen perintah ps:

Argumen

Penjelasan

-a

Menunjukkan proses untuk user selain dirinya

-c

Menampilkan nama perintah yang berasal dari lingkungan tas_truck

-e

Menampilkan selain perintah yang dijalankan secara manual

-f

Menampilkan proses dan subproses

-h

Tidak menampilkan header

-j

Format job

-l

Menampilkan dalam format panjang

-m

Menampilkan informasi memori

-n

Menghasilkan output untuk USER dan WCHAN. WCHAN merupakan fungsi dari kernel ketika proses dalam keadaan sleeping. Jika /etc/psdatabase tidak ada, yang akan ditampilkan adalah bilangan hexadesimal.

-r

Hanya menjalankan proses

-s

Menampilkan signal

-u

Menampilkan nama user dan waktu mulai

-x

Menunjukkan proses tanpa controling terminal

Untuk menampilkan daftar lengkap, ketikkan perintah berikut:

[root@jogja inul]# ps -uax

USER     PID%CPU%MEM VSZ RSS TTY STAT START TIME COMMAND

inul 753 0.0 1.8 2224 1152 ? S 01:17 0:00 rxvt

inul 754 0.0 2.2 2276 1400 pts/1 S 01:17 0:00 bash

inul 777 0.0 1.3 2520 880 pts/1 01:26 0:00 ps -uax

3.7.1.Kill: Mematikan proses

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang mematikan sebuah proses:

  • Program yang digunakan menggunakan resource yang terlalu banyak
  • Program yang berjalan sangat lama tanpa menghasilkan suatu keluaran yang diharapkan
  • Program tersebut menghasilkan begitu banyak keluaran  pada layar monitor atau bahkan ke media simpan
  • Program yang sedang dijalankan menyebabkan program yang lain menjadi terkunci atau tidak berjalan
  • Kesalahan penggunaan input atau output operator pada pemrograman
  • Sudah tidak digunakan lagi

[root@jogja inul]# kill PID

[root@jogja inul]# kill 123

[root@jogja inul]# kill 123 342 562 842

Untuk mematikan proses yang membandel atau tidak bisa dimatikan, jalankan perintah ini:

[root@jogja inul]# kill -9 348

3.8. Instalasi Paket

Paket adalah file khusus yang terdiri dari file dan direktori yang merupakan bagian dari sebuah software atau komponen sistem. Dalam Linux dikenal dua jenis paket, binary dan source. Paket binary terdiri atas komponen software yang siap untuk diinstal sesuai dengan arsitektur komputer yang digunakan. Sedangkan source paket merupakan source code yang digunakan dengan cara membuat sendiri binari paket yang dibutuhkan. Dan untuk itu diperlukan proses kompilasi.

3.8.1.Instalasi paket binary (RPM)

Sistem manajemen paket memungkinkan kita untuk menginstal, uninstal, dan mengatur paket binary. Biasanya tiap distribusi menggunakan software manajemen paket sendiri, dan salah satunya adalah RedHat Packet Manager (RPM).

Paket binary mempunyai aturan penamaan sebagai berikut:

hylaFAX-4.1-5.i386.rpm

Bagian pertama menunjukkan nama paket, yaitu hylaFAX. Kemudian nomor versi yaitu 4.1. Dilanjutkan dengan nomor rilis yaitu 5. String berikutnya menunjukkan arsitektur mesin dari paket. Sebagai contoh, apabila program dikompilasi pada mesin intel Pentium II, maka akan dimasukkan dalam string i586 atau i686.

Nomor versi menunjukkan status dari software tersebut, dan bukan mengacu pada siapa yang membuatnya menjadi suatu paket. Nomor rilis menunjukkan siapa yang membuatnya menjadi satu paket.

Secara kasuistik, isi dari suatu paket tidak bergantung dengan aristektur mesin yang digunakan. Biasanya paket seperti ini akan dimasukkan dalam string noarch.

String

Prosesor

Noarch Semua jenis prosesor
I386, i586, i686 Prosesor keluarga Pentium dan kompatibel
Alpha DEC Alpha
Sparc Sun Sparc
Mips MIPS
Ppc Power PC
m68k Keluarga motorola 68000

RPM memiliki enam macam operasi, yaitu install, uninstall, update, query, verifikasi, dan building. Aturan sintaksnya adalah:

rpm [options] nama_paket

Options

Sub Options

Arti dari options

-q

Query
-l Menampilkan informasi detail dari paket
-l Menampilkan semua file
-d Hanya menampilkan file-file dokumentasi
-c Hanya menampilkan file-file konfigurasi
-f Mencari paket yang mana yang dimiliki oleh sebuah file
-p Operasi dalam sebuah paket
–script Menampilkan script install dan uninstall

-i

Install

-e

Uninstall

-U

Upgrade atau menginstal paket yang belum ada pada sistem

-F

Freshen, upgrade paket jika sebelumnya telah terinstal

-V

Verifikasi paket yang terinstal

-b

Membangun sebuah paket

Untuk mengetahui semua paket yang diperlukan untuk menginstal suatu paket, jalankan perintah berikut:

[root@jogja inul]# rpm –qa | grep xf

XFree86-3.3.6-4.i586.rpm

XFree86-libs-3.3.6-4.i586.rpm

XFree86-xfs-3.3.6-4.i586.rpm

Untuk melihat informasi yang ada dari suatu paket, ketikkan perintah berikut:

[root@jogja inul]# rpm -qpi ed-0.2-17.i386.rpm

Name                : ed                  Relocation        : (not relocatable)

Version : 0.2                 Vendor : Red Hat

Release : 17                   Build date        : Sun 9Jul 2003 08:05

Install date: (not installed)

Group                : Application/Text

Size                  : 99563

Packager           : Red Hat, Inc.

Summary           : GNU Line Editor

Untuk menginstal paket, gunakan perintah berikut:

[root@jogja inul]# rpm -i hylaFAX-4.1-5.i386.rpm

Kalau mau melihat proses instalasi, tambahkan perintah -vh:

[root@jogja inul]# rpm -ivh hylaFAX-4.1-5.i386.rpm

Jika mau unistall paket, ketikkan perintah ini:

[root@jogja inul]# rpm -e hylaFAX-4.1-5.i386.rpm

Untuk upgrade paket, jalankan perintah ini:

[root@jogja inul]# rpm -Uvh hylaFAX-4.1-5.i386.rpm

Kalau mau menampilkan database paket yang telah terinstal dalam sistem, jalankan perintah berikut:

[root@jogja inul]# rpm -q hylaFAX

3.8.2.            Instalasi paket source

Langkah-langkah dalam menginstalasi paket dari source atau file tarball. Diasumsikan akan instal paket php-4.1.2.tar.gz

[root@jogja src]# tar xvzf php-4.1.2.tar.gz

php-4.1.2/

php-4.1.2/build/

php-4.1.2/build/bsd_makefile

php-4.1.2/build/build.mk

Pindah ke direktori php-4.1.2 dan lakukan konfigurasi:

[root@jogja src]# cd php-4.1.2

[root@jogja php-4.1.2]# ./configure –with-mysql –with-apache=../apache_1.3.26 –with-gettext –with-xml –with-ldap –with-imap –enable-track-vars

Outputnya adalah:

creating cache ./configure.cache

checking for aBSD compatible install. /usr/bin/install

[root@jogja php-4.1.2]# make

Making all in Zend

Make[1]: Entering directory ‘/root/src/php-4.1.2/Zend’

[root@jogja php-4.1.2]# make install

Making install in Zend

Make[1]: Entering directory ‘/root/src/php-4.1.2/Zend’

Proses instalasi dari tarball telah berhasil.

3.7.2.1.       Perintah tar

Perintah tar adalah utilitas yang digunakan untuk mengarsipkan banyak file kedalam satu arsip file. Tar merupakan singkatan dari tap archive.

Sintaksnya adalah:

tar [options] nama_file

Options merupakan karakter untuk menampilkan efek keluaran tertentu. Sedangkan file merupakan file yang akan dipaketkan (pack) atau unpack. Fungsi option itu adalah:

Option

Penjelasan

c Membuat sebuah arsip file baru
x Mengekstrak file yang sudah dipaketkan
t Menambah isi file dari paket file
r Menambah sebuah file pada akhir file yang sudah dipaketkan
u Mengupdate file yang lebih baru dibandingkan file yang lama
d Membandingkan file-file didalam paket file
v Menampilkan informasi ketika proses pemaketan dam pemekaran paket dilakukan
k Tetap menyimpan file-file yang ada ketika proses pemekaran file terjadi
f nama_file Tar akan membaca dan menuliskan proses yang dilakukan dalam sebuah file

Contoh dalam membuat file tar dari suatu direktori beserta isinya:

[inul@jogja baru]$ ls –l baru/

total 21

-rw-r—r—-     1 inul    inul       2439 Mar 28 08:35 data_ku

-rw-r—r—-     1 inul    inul       2439 Mar 28 08:37 data_mu

-rw-r—r—-     1 inul    inul       2439 Mar 28 08:40 data_kita

[inul@jogja inul]$ tar cf baru.tar baru

[inul@jogja inul]$ ls –l baru.tar

-rw-r—-r–     1 inul inul 4862 Mar 28 08:45 baru.tar

Untuk membuka kembali file tar, gunakan perintah berikut:

[inul@jogja inul]$ tar xvf baru.tar

baru/

baru/data_ku

baru/data_mu

baru/data_kita

3.7.2.2.        Tar dengan gzip

Untuk melakukan perintah kompresi terhadap tar, gunakan perintah gzip. Sintaksnya adalah:

tar cd file_tar file

gzip -9 file_tar

Berikut contohnya:

[inul@jogja baru]$ tar cf baru.tar baru

[inul@jogja baru]$ gzip -9 baru.tar

[inul@jogja baru]$ ls –l baru.tar.gz

-rw-r—r—-     1 inul inul 110243 Mar 28 08:57 baru.tar.gz

Perintah diatas dapat disederhanakan menjadi satu baris dengan pemipaan. Contohnya adalah:

[inul@..]$tar cf baru.tar baru |gzip -9 > baru.tar.gz

[inul@jogja baru]$ ls –l baru.tar.gz

-rw-r—r—-     1 inul inul 110243 Mar 28 08:57 baru.tar.gz

Untuk mengekstrak file .gz, gunakan perintah gunzip. Contohnya:

[inul@jogja baru]$ gunzip -9c baru.tar.gz

One Comment Add yours

  1. Donny mengatakan:

    It uses the UNIX operating system and is very fast and provides excellent results.
    Without further ado, here’s the rundown on the top 10 PC racing games of all time,
    with a sprinkling of personal favour shown to a couple of perhaps quizzical choices.
    If you spend too much cash on a gaming PC now, in future you will spend extra as
    the PC will finally become obsolete.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s