Tentang GNU, Linux dan Open Source


1.1. Sejarah UNIX

UNIX merupakan sistem operasi tertua dan terpopouler saat ini. UNIX merupakan trade mark dari Open Group. Walaupun pada mulanya dikembangkan oleh Ken Thomson, Dennis Ritchie dan para programmer lainnya di laboratorium AT&T, menurut para pakar komputer, UNIX merupakan sistem operasi yang disebut “The True Operating System”. Alasannya untuk dikatakan sebuah sistem operasi, sistem operasi tersebut minimal harus memiliki dua hal, yaitu komputer harus dapat digunakan oleh lebih dari satu orang secara bersamaan, atau seseorang dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi pada saat yang bersamaan. Konsep ini sering disebut dengan istilah multiuser  dan multitasking. Kembali sekitar tahun 1970-an, UNIX didesain sebagai sistem operasi yang multiuser dan multitasking, yang dijalankan pada minikomputer dan mainframe.

UNIX sendiri memiliki ukuran file sangat besar dan resource yang juga tinggi, serta memiliki harga yang sangat mahal. Termasuk untuk versi UNIX yang jalan pada PC. Hal inilah yang menjadi alasan adanya Linux. Linux dibuat dengan harapan memiliki ukuran file yang lebih kecil, resource yang lebih rendah dan memiliki harga yang tidak mahal untuk kelas PC bahkan relatif gratis.

UNIX merupakan sistem operasi yang dibuat untuk dapat berjalan pada beberapa platform, istilah yang sering dipakai adalah multiplatform. Banyak vendor perangkat keras dan perangkat lunak yang mendapatkan source code dari UNIX kemudian mengembangkan sendiri versi UNIX mereka. Pada awal perkembangannya, source code dapat diperoleh secara gratis dan diberikan kepada universitas dan organisasi lainnya untuk dikembangkan.

1.2. Sejarah GNU/Linux

Sistem operasi Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Benedict Torvalds pada tanggal 5 Oktober 1991, saat dia sedang menyelesaikan studi M.Sc. di Helsinki University. Yang diinginkannya pada saat itu adalah bagaimana agar sistem operasi Minix dapat benar-benar menjadi sistem operasi mirip UNIX (UNIX-Like) yang bekerja di PC (termasuk PC Intel 386 yang dimilikinya pada saat itu).

Linus memiliki minat terhadap Minix, sistem UNIX kecil yang dibuat oleh Prof. Andrew S. Tanenbaum dari Freien University di Belanda, dan memutuskan untuk mengembangkan suatu sistem yang melebihi standar Minix karena ia merasa tidak puas dengan beberapa keterbatasan Minix. Ia memulai kerjanya di tahun 1991 ketika ia mengumumkan pada sebuah newsgroup (comp.os.minix) bahwa ia telah berhasil menciptakan sebuah sistem operasi mirip UNIX yang sangat sederhana. Linux tersebut dikembangkan dari sistem operasi mirip UNIX lainnya yang juga sangat sederhana bernama Minix. Linux yang diumumkan oleh Linus tersebut adalah Linux versi 0.0.2, yang dapat menjalankan GNU Bourne Again Shell (Bash) dan juga GNU C Compiler (GCC).

Linux versi 0.0.2 tersebut kemudian dikembangkan ke versi 0.0.3, lalu lompat ke versi 0.10. Ketika semakin banyak programmer di seluruh dunia membantu pengembangan Linux, kemudian diluncurkan versi 0.95. Ini mengindikasikan bahwa peluncuran Linux versi 1.0 sudah dekat.

Sistem operasi mirip UNIX adalah sistem operasi yang tidak sesederhana DOS atau Windows, tetapi sistem operasi yang mampu bekerja secara multitasking dan multiusers (dapat menjalankan program oleh beberapa pemakai secara serentak), dua ciri khas yang dimiliki UNIX.

Hasilnya sangat menakjubkan. Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh tahun, sekarang Linux sudah menjadi sistem operasi mirip UNIX yang stabil dan dipakai oleh berbagai lembaga riset dan universitas ternama di seluruh dunia untuk riset sains. Untuk menyebut sekedar contoh dalam bidang Fisika, lembaga dan universitas yang melakukannya antara lain ICTP (International Center for Theoritical Physics) di Tresre Italia, Purdue University di USA, Imperial College di UK, University of Paderborn di Germany dan sebagainya. Perkembangan yang sangat cepat ini tidak lepas dari paham yang dianut oleh banyak pemrogram handal di seluruh dunia (termasuk Linus Torvalds), yaitu konsep open source atau free software.

Inti dari konsep ini adalah bahwa seseorang atau lembaga tidak semestinya memiliki hak untuk membatasi orang lain dalam menggunakan, mencoba bahkan memperbaiki atau memodifikasi perangkat lunak yang diciptakannya. Ini berarti, seseorang tidak memerlukan adanya lisensi untuk menggunakan perangkat lunak orang lain. Bentuk lisensi seperti ini biasa dikenal sebagai GNU General Public License (GPL) yang dipelopori oleh Prof. Richard Stallman dari MIT melalui yayasan Free Software Foundation (FSF).

Mengingat semua orang memiliki peluang untuk melihat isi program (source) dari Linux tersebut, maka andaikan ada kekurangan atau bug dalam Linux dengan cepat dapat diketahui atau dilacak oleh salah seorang diantara jutaan penggunanya diseluruh dunia. Disinilah konsep open source memegang peranan penting dalam perkembangan Linux dan program aplikasi yang bekerja didalamnya.

Secara teknis Linux adalah sebuah kernel yang berfungsi sebagai interface antara hardware dan sistem operasi. Untuk menjadi sebuah sistem operasi, Linux memerlukan software-software lainnya seperti utilitas, editor, compiler dan lain-lain. Namun saat ini Linux populer dikenal sebagai suatu sistem operasi. Untuk selanjutnya dalam penelitian ini istilah Linux digunakan untuk mengacu ke Linux sebagai sistem operasi.

Seorang manajer IBM mengatakan bahwa yang menyebabkan Linux berbeda dari yang lain karena Linux merupakan bagian dari budaya Internet (Internet Culture) yang akan berkembang lewat sebuah komunitas. Oleh sebab itu dikatakan bahwa Linux lebih tangguh daripada Windows untuk berbagai aplikasi online, sehingga jika kita mencoba membikin website atau mengembangkan e-commerce akan lebih baik hasilnya jika menggunakan GNU/Linux.

1.3. Keuntungan menggunakan GNU/Linux

Banyak sekali keistimewaan Linux, baik yang berasal dari UNIX maupun keistimewaannya sendiri. Beberapa keistimewaan tersebut adalah:

  • Investasi perangkat lunak dan perangkat keras minimal, sehingga dana dapat digunakan untuk biaya lainnya daripada untuk pembelian sistem operasi ataupun program infrastruktur.
  • Multitasking. Linux dapat menjalankan perintah secara bersamaan dan akses perangkat keras secara bersamaan.
  • Linux dapat mendukung dua protokol jaringan penting dalam sistem UNIX, yaitu TCP/IP dan UUCP. TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) merupakan protokol yang memungkinkan sistem di seluruh dunia berkomunikasi pada jaringan tunggal yang disebut Internet. Linux menggunakan protokol TCP/IP, termasuk Network File System (NFS), Network Information Service (NIS), Session Message Block (SMB) dan lainnya.
  • Dengan Linux, TCP/IP dan koneksi ke jaringan, maka kita dapat berkomunikasi dengan user dan mesin melalui Internet via e-mail, USENET news, transfer file dengan FTP dan masih banyak lagi. UUCP (UNIX-to-UNIX Copy) merupakan mekanisme yang lebih tua yang digunakan untuk mentransfer file e-mail, serta electronic news diantara mesin-mesin UNIX. Mesin-mesin UUCP terhubung satu dengan yang lain melalui kabel telepon dengan menggunakan modem. UUCP juga dapat mentransfer melewati network TCP/IP.
  • Linux mendukung dengan baik 32-bit sehingga mendukung manajemen memory protected mode pada platform 80386 ke atas.
  • Mendukung shared library. Hal ini dimungkinkan program menggunakan library bersama-sama sehingga file executable dapat lebih sedikit menggunakan ruang hard disk. Setiap perintah pada Linux saling berbagi menggunakan fungsi dari Library, hal ini membantu untuk menghemat memori dan ruang pada harddisk.
  • Linux mendukung bermacam-macam file system untuk menyimpan data. Berbagai file system seperti FAT16 (Ms-DOS System), Minix-1, FAT32, ISO9660 CDROM, Ext2, dan lain-lain dapat dibaca dan diakses dari Linux.
  • Mendukung virtual memory. Adanya fasilitas ini memungkinkan penggunaan ruang pada hard disk sebagai memori sehingga dapat mengatasi kekurangan RAM untuk menjalankan suatu proses (partisi Linux Swap). Program yang tidak aktif di RAM akan disimpan pada harddisk dan  secara terus menerus akan mengalokasikan setiap program yang tidak aktif di RAM dan ditempatkan pada harddisk yang tidak aktif.
  • Linux mendukung demand-page loaded executable sehingga segmen dari program yang benar-benar digunakanlah yang dibaca dari disk ke memori.
  • Mengimplementasikan unified memory pool untuk program dan disk cache. Dengan cara ini semua free-memory akan digunakan sebagai cache untuk mempercepat proses.
  • Memiliki fasilitas GUI (Graphical User Interface) yang dikenal dengan nama Xfree86. X Window System merupakan sistem grafis untuk UNIX. X Window mendukung banyak aplikasi dan merupakan standar untuk industri.
  • Kompatibilitas dengan IEEE POSIX.1. Standar ini menjadikan Linux mendukung banyak standar yang digunakan oleh sistem UNIX lainnya.
  • Shell Programmable: sistem dapat menerima perintah dari user dan menjalankannya. Shell adalah antarmuka di Linux yang bersifat CLI (Command Line Interpreter)
  • Emulator: Linux menyediakan emulator untuk menjalankan aplikasi yang didisain untuk sistem lain, misalnya DOSEmu, untuk menjalankan aplikasi DOS. VMWare untuk menjalankan Windows 9x/NT sehingga seolah Windows adalah program aplikasi di Linux.
  • Dukungan software GNU, memungkinkan ketersediaan aplikasi yang beragam dan powerful. Kebanyakan aplikasi yang berjalan di Linux merupakan free software yang dibuat oleh proyek GNU.
  • Perkembangan versi dari distribusi Linux dalam hitungan bulan.
  • Harga yang rendah dibandingkan dengan sistem UNIX dan variannya.

1.4. Open Source

Linux adalah perangkat lunak open source yang berarti siapa saja boleh download dari Internet dengan bebas dan menggunakannya dengan bebas. Satu-satunya peraturan adalah perubahan yang ditimbulkan dari Linux tidak boleh dipatenkan, semua harus dibuat dengan lisensi yang terbuka (GPL, GNU Public Licence).

1.4.1.Kriteria open source

Suatu perangkat lunak dapat disebut open source yaitu jika memenuhi kriteria yang telah ditentukan oleh FSF. Kriteria tersebut sebagai berikut <sumber: http://www.opensource.org>:

  • Free Redistribution

Tidak ada pembatasan lisensi yang melarang distribusi perangkat lunak atau menggabungkan dengan aplikasi-aplikasi lainnya. Tidak ada royalti atau kompensasi terhadap hak kekayaan intelektual terhadap perangkat lunak.

  • Source Code

Source code dari perangkat lunak harus tersedia dan dapat diakses serta didistribusikan dengan gratis oleh siapa saja. Jika souce code tidak disertakan maka harus disediakan fasilitas akses yang mudah. Tidak diperkenankan menyembunyikan sebagian dari source code atau menyediakannya dalam bentuk intermediate object, harus benar-benar dalam bentuk surce code tingkat pertama.

  • Derived Works

Lisensi open source memberikan kepada siapa saja untuk mengubah source code tersebut atau membuat perangkat lunak lain berdasarkan perangkat lunak tersebut tetapi tetap dengan memberikan hak kepada siapa saja untuk mengubah source code tersebut atau membuat perangkat lunak lain berdasarkan perangkat lunak tersebut tetapi tetap dengan memberikan penghargaan referensi kepada pembuatnya. Perangkat lunak yang telah diubah atau diturunkan harus didistribusikan dengan syarat-syarat yang sama dengan perangkat lunak open source induknya.

  • Integrity of the Author Source Code

Perangkat lunak yang diturunkan dari lisensi open source harus menjaga integritas dari pembuat perangkat lunak dengan tidak mempergunakan kode konfigurasi yang sama dengan perangkat lunak asli.

  • No Discrimination Againts Persons or Groups

Lisensi tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap seseorang atau sekelompok orang. Open source berlaku untuk seluruh umat manusia dan dengan hak yang sama.

  • Distribution of License

Perjanjian lisensi open source ini harus disertakan pada setiap perangkat lunak dan harus berlaku untuk setiap program atau perangkat lunak yang diturunkan dari lisensi open source.

  • License Must not be Specific to a Product

Hak-hak yang diberikan oleh lisensi tidak boleh berbeda dengan yang terdapat pada distribusi asli walaupun terdapat pada konteks yang sedikit berbeda atau berbeda sekali.

  • License Must not Contaminate Other Software

Lisensi open source tidak boleh membatasi perangkat lunak lain yang didistribusikan bersama-sama perangkat lunak open source dalam media yang sama.

Tantangan bagi kita semua adalah bagaimana memasyarakatkan produk open source yang telah jelas sekali dapat meningkatkan skill dibidang IT. Indonesia yang termasuk negara terbesar dalam pembajakan harus berbenah menuju kemandirian dan penghargaan terhadap HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Dengan adanya beberapa fakta seperti diatas, ternyata masih terdapat banyak kendala dalam memasyarakatkan perangkat lunak open source (Linux) ke masyarakat Indonesia.

1.4.2.Memasyarakatkan open source

  • Perlu adanya dukungan pemerintah secara nyata dalam pemasyarakatan perangkat lunak open source. Karena tiga pilar menuju masyarakat telematika adalah pemerintah, pengusaha (kalangan bisnis), praktisi.
  • Kesadaran dari diri kita sendiri tentang pentingnya masalah hak cipta intelektual, apalagi telah diberlakukannya AFTA 2003.
  • Perbanyak kegiatan yang berhubungan dengan open source (milis, pelatihan, kuliah umum, seminar, install fest, diskusi dan sebagainya). KPLI (Kelompok Pengguna Linux Indonesia) atau KSL (Kelompok Studi Linux) dapat menjadi pioner dalam hal ini.

1.5. Distribusi Linux

Linux adalah free software yang dikembangkan banyak orang diseluruh dunia. Dengan kata lain, tidak ada satu organisasi atau perusahaan yang secara monopolistik mengembangkan Linux. Seseorang bisa mendapatkan Linux secara gratis, sah dan legal selama mengikuti aturan lisensi GNU GPL. Oleh karena banyaknya software berkualitas yang dibuat oleh para programmer diseluruh dunia tanpa adanya koordinasi, maka beberapa pihak berinsiatif untuk membuatnya dalam satu paket distribusi, mengadakan dukungan teknis, uji coba, pengembangan dan lainnya.

Dengan adanya distribusi Linux akan memudahkan para pengguna untuk mempelajari dan mendapatkan software yang dibutuhkan. Beberapa distribusi yang sering digunakan adalah sebagai berikut:

  • Caldera Open Linux

Caldera sistem memiliki dua platform untuk distribusi mereka. Platform yang  pertama ditujukan kepada para pengguna biasa yang disebut dengan Open Linux eDesktop dan versi untuk keperluan server yang disebut Open Linux eServer. Caldera membuat hal-hal khusus untuk menambah usabilitas dan fungsi dari Open Linux. Sebagai contoh, pada lingkungan desktop, meskipun bukan bagian dari keluarga Windows95/98/NT, lingkungan desktop pada Caldera sangat familiar dengan pengguna Windows yang akan melakukan migrasi dari lingkungan Windows ke Linux, terutama karena faktor tampilan dari GUI.

  • RedHat

Pada awalnya Caldera melepaskan sistem operasi mereka ke pasaran dengan paket distribusi yang disebut Caldera Network Desktop. Sistem ini yang kemudian diadopsi untuk dikembangkan oleh RedHat versi 2.1. Pada awal pengembangannya, RedHat Package Manager dan juga beberapa utilitas administrasi berbasis grafik dikembangkan dengan bantuan dari Caldera. Kemudian RedHat mengembangkan sendiri sistem distribusi mereka sehingga sampai saat ini RedHat merupakan salah satu distribusi yang paling populer dan banyak digunakan.

  • Debian

Debian merupakan salah satu distribusi Linux yang dikembangkan oleh FSF. Kemudian proyek Debian ini dipisahkan sama sekali dengan FSF dan menjadi proyek yang independen. Sama halnya dengan RedHat yang mengembangkan tool untuk manajemen paket, Debian juga memiliki tool seperti itu yang disebut dengan dpkg.

  • SuSE

SuSE adalah salah satu distribusi yang terbukti paling populer digunakan di Eropa. SuSE menggunakan inisialisasi sistem dengan menggunakan sysV. SuSE mengembangkan utilitas untuk administrasi sistem mereka yang dikenal dengan nama YaST (Yet another Setup Tool), untuk menangani perawatan dan upgrade paket, administrasi user dan lainnya.

  • Turbo Linux

Turbo Linux mengkhususkan diri pada High-end Server. Turbo Linux dikembangkan untuk menjadi sistem operasi cluster, dan merupakan distribusi Linux yang berjalan pada mesin-mesin superkomputer.

  • Mandrake

Mandrake merupakan distribusi yang dipaketkan ulang dari Linux RedHat yang difokuskan pada KDE dan optimasi mesin Pentium.

  • SLS

Distribusi Linux yang pertama sekali adalah distribusi Linux SLS dari Soft Landing Software yang bermarkas di Kanada. Distribusi ini menyediakan sistem yang sudah mudah untuk digunakan dan menjalankan beberapa paket yang terinstal dengan berbagai macam kombinasi perintah.

  • Slackware

Perbaikan dari distro SLS yang dirasa kurang user friendly dalam penginstalan. Distribusi ini menyertakan sebuah tool manajemen paket yang disebut pkgtool.

  • OpenBSD
  • Corel Linux
  • HP-UX
  • Linux PPC
  • TrusTix Merdeka

Distribusi dari anak negeri untuk pertama kalinya. Dibuat dengan dua macam produk, TrusTix Merdeka dan TrusTix Secure Linux khusus untuk server.

  • WinBI (Window Bahasa Indonesia)
  • Dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s