Tentang DNS Server

on

1.    Domain Name System

DNS atau domain name system adalah mekanisme pemetaan nama domain dengan alamat IP atau sebaliknya. Hal ini dibuat karena pada dasarnya manusia lebih mudah mengingat kata-kata daripada angka. Sebagai contoh kita akan lebih mudah menghafal domain http://www.basyaiban.co.id daripada harus menghafalkan nomor IP 167.205.32.181.
Ketika kita menjalankan mesin browser dan mengetikkan nama domain atau nomor IP, maka jaringan internet akan bekerja sebagaimana bagan berikut:

Penjelasan:
1.    Mesin browser akan mengontak local DNS server (di ISP) untuk memeriksa nama domain yang dicari (misal http://www.linux.org).
2.    Local DNS server akan mencari pada data cache.
3.    Apabila data cache kosong atau belum menyimpan data domain tersebut, maka local DNS server akan mencari pada server yang lain (root DNS server).
4.    Kalau terdapat data yang dicari, maka root DNS server akan memberitahu alamat server DNS yang mengelola domain linux.org.
5.    Server DNS http://www.linux.org akan memberitahu IP address yang dicari, kemudian local DNS server akan memberitahu mesin browser, dan data cache akan menyimpan informasi tersebut.
Sebelum melakukan seting dan konfigurasi, pastikan telah terinstal program untuk DNS server. Kali ini akan dipakai program BIND (Barkeley Internet Name Domain) versi bind-8.2.2.
File utama dari bind adalah /etc/named.conf. Namun pastikan terlebih dahulu keberadaan file /etc/hosts. Berikut isi file /etc/hosts:
192.168.10.1    server.infikom.ac.id        server
192.168.10.2    client1.infikom.ac.id        client1
192.168.10.3    client2.infikom.ac.id        client2
File /etc/hosts digunakan sebagai opsi lain disamping bind. Mesin akan memeriksa urutan file yang akan digunakan, sehingga bila salah satu file rusak akan ada file lainnya. Konfigurasi keterangan urutan ini ada pada file /etc/host.conf:
order bind, hosts
Listing file /etc/resolv.conf:
# Default Domain
domain jogja.com
# Default search list
search jogja.com
# First name server
nameserver 192.168.0.1
# Second name server
nameserver 192.168.0.2

2.    Konfigurasi file /etc/named.conf
•    Pilihan direktori
Untuk menentukan direktori yang akan digunakan file /etc/named.conf. Formatnya adalah:
options {
directory “nama_direktori”;};
•    Keterangan zona
Ada tiga tipe yang biasa digunakan, master, slave dan hint. Slave akan digunakan bila master sedang down. Sedangkan hint bersifat sebagai cache.
Formatnya adalah:
zone nama_domain {
type master;
file nama_file;};
zone nama_domain {
type slave;
masters IP_address;
file nama_file;};
zone “.” {
type hint;
file nama_file;
};
•    Reverse zona DNS
Gunanya untuk menentukan server DNS yang akan digunakan untuk pemetaan IP ke host. Formatnya adalah:
zone “IP_address.in-addr.arpa” {
type master;
file nama_file;};

3.    Konfigurasi file /var/named/…
•    SOA (Start Of Authority)
Digunakan untuk mendefinisikan awal dari suatu zona. Formatnya adalah:
@ IN SOA nama_server. email_admin (
nomor_serial
nomor_refresh
nomor_retry
nomor_expire
nomor_minimum )
•    NS (Name Server)
Untuk mendeklarasikan authoritative name server yang mengelola domain. Formatnya adalah:
IN NS nama_server
•    A (Address)
Untuk memetakan nama host ke IP address. Formatnya adalah:
domain IN A IP_address
•    PTR (Pointer)
Untuk memetakan IP address ke nama host.
Formatnya adalah:
IP_address IN PTR domain
•    CNAME (Canonical Name)
Untuk mendeklarasikan alias dari nama host. Formatnya adalah:
alias IN CNAME domain
•    MX (Mail Exchange)
Untuk mengarahkan e-mail kepada mail server. Formatnya adalah:
IN MX nilai_preferensi mail_server

4.    Penerapan DNS Server
Contoh konfigurasi file /etc/named.conf:
options {
directory “/var/named”;};
zone “.” {
type hint;
file “named.ca”};
zone “0.0.127.in-addr.arpa”{
type master;
file “named.local”};
zone “10.168.192.in-addr.arpa”{
type master;
file “db.infikom”;};
zone “infikom.co.id” {
type master;
file “infikom.zone”;};

Contoh konfigurasi file /var/named/…
@ IN SOA infikom.ac.id. admin.infikom.ac.id {
200404050850    ;Serial
3H            ;Refresh 3 jam
4H            ;Retry 4 jam
1M            ;Expire 1 bulan
1D)            ;Minimum 1 hari
IN NS server.infikom.ac.id
IN MX mail.infikom.ac.id

server IN A 192.168.10.1
mail IN A 192.168.10.2
mail IN CNAME mail.infikom.ac.id

5.    Kontrol server DNS
Untuk mengontrol server DNS, masuk ke direktori /etc/rc.d/init.d, kemudian jalankan program DNS. Anda juga bias mematikan, melihat status, dan reload. Contohnya sebagai berikut:
[root@jogja inul]$ cd /etc/rc.d/init.d
[root@jogja init.d]$ ./named start
Untuk menghentikan servis DNS, jalankan perintah ini:
[root@jogja init.d]$ ./named stop
Untuk merestart servis DNS, jalankan perintah ini:
[root@jogja init.d]$ ./named reload
Sedangkan untuk melihat status DNS, jalankan perintah ini:
[root@jogja init.d]$ ./named stat

6.    Menguji server DNS
Jalankan perintah berikut ini untuk menguji server DNS yang telah dikonfigurasi:
# nslookup
server: server.infikom.ac.id
Address: 192.168.10.1

> set type=A
> http://www.infikom.ac.id
server: server.infikom.ac.id
Address: 192.168.10.1

> set type=PTR
> 192.168.10.1
Server: server.infikom.ac.id
Address: 192.168.10.3

> set type=MX
> 192.168.10.1
server: server.infikom.ac.id
Address: 192.168.10.1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s